Rabu, 21 Mei 2008

Dream

Ternyata banyak kesamaan pengembangan diri dengan trading di stock market, lho apa hubungannya?..

Sejak kecil saya senang membaca cerita2 bergambar seperti HC Anderson dan komik2 lainnya. Kesenangan ini membuahkan mimpi2 yang sudah muncul bahkan sejak SD kelas 2.

Saya melihat lulusan dari perguruan tinggi seperti ITB sangat menjanjikan, lulusan ini adalah incaran nomor satu dari calon-calon mertua..:)
Demikian juga menjadi pengusaha, dulu pernah protes ke orang tua, yang pedagang sepatu, karena waktu yang diluangkan untuk anak2 kurang, sering saya iri terhadap keakraban guru Bahasa dan anaknya, Beni, yang kawan dekat saya. Namun pada suatu waktu terbalas sudah, saat Ibu guru tersebut datang ke Toko dan order barang, rupanya guru tersebut juga mencari tambahan...

"Bisnis" pertama yang saya lakukan adalah menyewakan buku saat kelas 6 SD, namun saat koleksi yang saya beli dari menyisikan uang jajan Rp 200,- untuk satu buku akhirnya justru lenyap saat saya titipkan ke tenaga administrasi perpustakaan di sekolah, entah dikemanakan buku2 tersebut. Saat itu saya belum bisa protes.

Keinginan aneh dan melawan arus sering muncul dalam rentang waktu dari SD sampai kuliah. Pernah suatu waktu, ujian tengah semester saya tinggalkan karena ada acara terjun payung di kejuaran POLRI di Jakarta. Demikian juga saat mendekati akhir semester, alih2 mempersiapkan aplikasi lamaran ke perusahaan2, saya malah bikin "cafe", jualan indomie telor dengan menu yang bombamtis seperti indomie gile, dsb.

Terus apa hubugannya dengan stock market?
Di stock market, jika anda memegang salah satu emiten ( saham) dan ternyata sahamnya turun, ruginya hanyalah di kertas saja. Anda akan rugi beneran jika menjual saham pada saat itu ( menyerah).
Jadi tetaplah pegang teguh impian-impian anda. Jika belum terlaksana sekarang, tetap dipegang teguh, jangan dilepas. Mungkin saat ini belum tepat untuk direalisasikan, hanya masalah waktu dan bagaimana menemukan partner yang tepat dan BUM....tipping point ini akan mewujudkan mimpi anda lebih dahsyat..

So keep your dream, jangan biarkan siapapun mencurinya.

Salam,

Hasan Basri

Minggu, 18 Mei 2008

Persistensi

Ini adalah judul yang menjadi intisari langkah saya dalam berbisnis. Meskipun saya lulusan dari universitas ternama, lulusnya juga karena emosional dan termasuk mahasiswa abadi,bukan karena kemampuan IQ.


Saat masuk ke PT itu juga karena emosional dan sakit hati karena tetangga saya, yang menjadi dosen di PT, meremehkan dan merendahkan kemampuan saya. Dan saya buktikan bisa, meskipun harus berdarah-darah...

Begitu juga dalam berbisnis, saya lakukan bukan karena saya pintar dan berpengalaman, tapi karena satu kata yang menjadi judul posting ini, "persistensi", kesabaran dan selalu mencoba untuk lebih maju. Sering saya lakukan try dan error dalam menciptakan bisnis alih-alih melakukan busines plan sebelum memulai.

Berikut adalah business history yang pernah saya lakukan:
1. Membuka penerjemahan, tutup setelah 3 bulan.
2. Jual koran dan majalah, tutup setelah 4 bulan
3. Buka cafe, tutup setelah 15 bulan
4. Membuka EO, star synergi, tutup setelah 6 bulan.
5. Franchise Primagama Jakarta Selatan, tutup selama 6 bulan
6. Raja Laundry, tutup setelah 6 bulan.
7. Habe Cell, grosir voucher, aktif
8. Bergabung dengan Khairul & Widodo membuka Citra Lestari Cell, Rorotan, Aktif
9. www.grosirtanahabang.com, join venture dengan Pak Edi Toko Alifia, Aktif
10. www.workshopedan.com, autorized workshop EDAN wilayah Jakarta, Aktif

Dari bisnis2 yang telah saya jalankan, pendekatan yang saya lakukan tidak ada yang canggih karena saya termasuk "bodoh" secara IQ, namun pendekatan yang saya lakukan adalah persistensi atau kesabaran untuk mencoba, mencoba dan mencoba..

Ibarat batu, sekeras apapun kalau ditetes dengan air terus menerus akan bolong juga. Di bisnis cellular saya bertemu Cak Bukhin, di Bisnis EO saya ketemu Pak Sopa dan di bisnis garmen saya ketemu Pak Edi.

Jadi jika kondisi anda sama atau lebih secara IQ , maka peluang anda lebih sukses jauh lebih besar.

Salam,

Hasan Basri