Jumat, 30 Januari 2009

Tetap menjaga "vibrasi"

Terinspirasi dari hukum alam bahwa semua benda bergerak dengan porosnya, demikian juga hidup, aktifitas, tujuan dan goal..

Barangkali teringat sewaktu masa kecil dimana ibu saya selalu menyuruh untuk membantu pekerjaan bersih2..dan sayangnya saya termasuk pemalas, sering mengelak...;)
Hingga pada suatu titik, saya menyadari, mudah belajar dengan cara mengerjakan...

Rupanya selama ini, meskipun sering terinspirasi biografi orang besar, hanya sebatas wacana, tidak ada action, hanya bisa manggut-manggut terkagum-kagum dan....tidak ada perubahan apa-apa pada diri saya...demikian seterusnya dengan bertambahnya buku2 biografi yang dibeli....

Tidak bergerak! itulah kuncinya. Selama tidak ada "vibrasi", tidak akan ada efek apa-apa yang terjadi. Untuk bergerak lebih tinggi tinggal ditambah "vibrasi"nya...
Sebaliknya, jika diam saja, akan butuh daya upaya sangat besar untuk memulai bergerak.
Itulah sebabnya, materi yang dicari banyak orang adalah:
- Bagaimana memulai bisnis?
- Bagaimana memulai belajar buka toko?
- Bagaimana memulai persiapan pensiun?
Demikian juga bagi yang pernah merasakan bangkrut, amatlah berat untuk bangkit lagi karena momen penghalang yang besar, faktor diri dan eksternal..

Namun jika tetap diam,maka......TIDAK AKAN ADA PERUBAHAN APA-APA!!
Tetap bergerak dan menggeliat, lakukan langkah satu-satu sebelum akhirnya bisa berlari kembali.

Demikian juga yang saya lakukan, banyak usaha saya tutup ( lihat di http://hasanbasri.com) karena rugi atau kehabisan modal. Tetapi saya tetap berusaha melangkah, satu-satu dan tetap menjaga vibrasi.

Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika tidak berkenan.

Salam,

Hasan Basri
http://hasanbasri.com

Sabtu, 03 Januari 2009

Terburu-buru malah tidak mendapatkan hasil...

Ada cerita ZEN yang saya baca saat SMA dulu namun baru "ngeh" sekarang:

Syahdan, ada pemuda desa yang mendaki pegunungan untuk mencari guru pedang.
Tanpa kenal lelah dan putus asa serta memakan waktu berbulan-bulan sampailah di tempat guru sakti ahli ilmu pedang.

"Guru, saya ingin belajar ilmu pedang. Berapa lama waktu dibutuhkan untuk menjadi ahli pedang?" tanya si pemuda.
"10 tahun..." jawab si guru.
" Hah, selama itu..? saya tidak bisa menunggu selama itu, Guru. Nenek saya sebatang kara...apakah bisa dipercepat, Guru?" sahut si pemuda.
" 15 tahun..."sahut si guru, pendek.
"Loh...#@#$..? malah lebih panjang?....10 tahun saja lebih lama apalagi 15 tahun. Selain nenek, saya perlu segera kembali ke kampung untuk mengabdi di kerajaan yang sedang diserang musuh. Jika saya berlatih giat tiap hari, berapa lama waktu dibutuhkan, Guru?
"20 tahun!" tegas si Guru.

Jika anda pebisnis, coba ganti ilmu pedangnya menjadi "keuntungan".

Cerita ini terinspirasi dari sahabat, mentor dan inspirator saya, Pak Roni. Saya lihat Pak Roni tidak terlihat bekerja keras seperti yang saya lakukan. Pembawaannya tenang, tidak grusa grusu. Langkahnya tidak banyak, namun sekali tembak langsung kena. Malas tapi sukses sekali.

Selama ini kita terjebak untuk segera mencari keuntungan dengan waktu cepat. Hari ini berbisnis, maunya besok untung besar. Usaha dan kerja keras kita lakukan untuk mencapainya.
Hasilnya?..bukannya untung, malah bisa buntung...coba ingat sejarah penawaran investasi bodong yang menawarkan untung fantastis..(lucunya, hal itu sering berulang dan selalu ada korban-korban baru..)

Terburu-buru dan ingin mendapat hasil secara instan, adalah penyakit yang harus diwaspadai dan dapat merusak usaha yang telah dibangun bertahun-tahun.
Segala sesuatu perlu proses agar terjadi pertumbuhan secara normal.

Dulu, tahun 1998, saya ter-eforia pasar saham. Sedemikian bombastis penawaran hasil keuntungan yang didapat. Sehingga saya masuk dengan modal sebenarnya dan langsung bermain tanpa ada pendidikan saham sebelumnya. Demikian terburu-burunya untuk ikut beli saham yang sedang naik ( greedy) dan demikian terburu-buru untuk menjualnya saat saham turun ( fear) sehingga bukannya untung malah buntung....:). Sepuluh tahun kemudian, saya masuk lagi dengan kepala yang lebih dingin dan tidak terbawa arus.

Selalu minta second opinion kepada mentor untuk setiap langkah yang diambil agar terhindar dari eforia atau sikap terburu-buru tadi.
Selalu ada peluang kedua. Amati dan pastikan pilihan untuk mengindari ikut-ikut-an bisnis ini-itu yang belum tentu cocok dengan kita.

Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika tidak berkenan.

Salam,


Hasan Basri
http://hasanbasri.com

Minggu, 28 Desember 2008

[Business start-up tips]Berbisnis jangka panjang= membangun trust

Apakah anda pernah memakai nama samaran pada saat menawarkan sesuatu? terutama di website atau via email. Atau anda tidak mencantumkan alamat kantor ( atau alamat surat menyurat )..atau bahkan nomor telpon yang tercantum selalu berganti-ganti..

Alasannya bisa bermacam2, apalagi jika anda masih bekerja..:), malu, belum yakin,takut ketahuan bos, coba-coba atau yang lebih parah hit & run...

Percayalah, itu tidak akan berhasil. Berbisnis on-line dan off-line mempunyai hal dasar yang sama: Kepercayaan. Orang akan membeli kembali jika percaya terhadap produk dan service kita. Umumnya keuntungan besar didapat dari repeat order, pembelian pertama umumnya adalah coba-coba.

Mulailah dengan fokus pada keahlian anda dan bangunlah kepercayaan melalui penyebutan yang jelas nama asli, nomor Hp dan nomor fix-line serta yang terpenting alamat "darat" anda, bahkan alamat rumah pun tidak masalah karena kecenderungan sekarang lebih ke personal trust daripada kepada perusahaannya.

Jadi kalau rejeki mau datang, kenapa harus sembunyi2? jemputlah....

Semoga bermanfaat, mohon maaf jika tidak berkenan.

Hasan Basri

Kamis, 25 Desember 2008

Business start-up tips: Stop berbisnis "kata orang"

Karena dibesarkan di lingkungan "jawa" serta budaya yang ditanamkan di sekolah, sejak kecil ukuran kepantasan perilaku diukur dari "asumsi" yang dibuat sendiri tentang " apa kata orang nanti".

Butuh waktu lama, bagi saya untuk keluar dari " kotak korek api" buatan sendiri ini.

Demikian juga dalam berbisnis,paradigma awal selalu: apakah ini pantas dilihat orang lain?bukan pada intinya: apakah ada cashflow..Tidak heran, secepat usaha saya untuk memulai, secepat itu pula berhenti, karena bisnisnya " memalukan" saya di depan orang lain...

Ada "bahaya" nya juga jika terlalu terkesima dengan orang sukses. Secara budaya, langsung bisa diterima karena orang lain juga pasti mengaguminya. Namun, belum tentu bisnis mereka cocok dan menjadi jalan kita..( umumnya kita hanya mengetahui puncak gunung es-nya, di bawahnya pasti penuh dengan kisah2 perjuangan).

Berbisnis adalah masalah Cash Flow. Stop berbisnis karena asumsi "kata orang". Untuk mempercepat proses pembelajaran bisnis, jalan terbaik dan tercepat adalah magang kepada pebisnis sukses, pelajari "how to"- dan bukan "why"-nya.

Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika tidak berkenan.

Hasan Basri
http://hasanbasri.com

Jumat, 19 Desember 2008

[Business start-up tips] Investasi atau berbisnis pada saat ini?

Sejak membaca bukunya Dolf De Ross, Guide Rich in Property, saya banyak terpengaruh dengan pemikirannya terutama pandangannya yang selalu positif terhadap "setiap keadaan", seperti : Jika kompetisi sedang penuh adalah baik buat kita karena kita tidak akan terjeblos dengan harga yang jelek dan sebaliknya, jika kompetisinya sedikit, malah lebih baik karena kita lebih mudah masuk pasar.

Mensikapi kondisi awal krisis keuangan saat ini dimana volume bisnis cenderung menurun bahkan bagi perusahaan multinasional yang pangsa pasarnya di US dan eropa, justru...adalah kesempatan sangat baik untuk masuk di investasi.

Berbisnis adalah bermain di Cash flow sementara berinvestasi adalah mengharapkan Gain.

Kenapa saat ini waktu yang tepat untuk berinvestasi:
1. Pada saat krismon, pemilik Cash adalah raja.Banyak orang BU ( butuh uang ) disebabkan bisnisnya macet, ada tagihan jatuh tempo atau karena bunga hutang yang tinggi.
2. Property. Saat inilah anda membuka mata untuk melihat penawaran property dengan harga bagus, harga yang bisa didiskon. Motivasi penjual sedang tinggi2-nya saat ini disebabkan item 1 diatas.
3. Saham. Saat ini harga saham sedang tergerus pada nilai yang sangat rendah.Index terdiskon hampir 50% dibandingkan awal januari 2008.Pemain bursa seang bergairah karena pergerakan saham yang sangat fluktuatif mengikuti isu-isu global. Kecenderungan yang terjadi Jika index DJI (-) dan Asia (-) maka JCI akan (-) dan kebalikannya.Namun jika DJI (-) dan Asia (+) bisa 50:50 (- atau +).
4. Bisnis.Fokusnya adalah di capital gain. Banyak orang menjual bisnisnya karena kesulitas likuiditas. Anda bisa men-take over franchise bisnis yang sehat saat ini dengan harga diskon.

Semoga bermanfaat, mohon maaf jika tidak berkenan.

Salam,

Hasan Basri

Selasa, 14 Oktober 2008

Business start-up tips: Rekomendasi peluang di tengah krisis saat ini..

Minggu kemaren dan saat ini, kita masih disibukkan dengan berita krisis di Amerika yang berimbas ke Eropa, Asia dan juga Indonesia. Efek macetnya kredit perumahan menyeret lembaga keuangan yang terlibat, reaksi berantai ini menyebar kemana-mana.

Sedikit ulasan awam saya, bagaimana mensikapi jatuhnya saham2 saat itu di http://hasanbasri.com.

Ternyata selalu ada hikmah dibalik kondisi krisis itu...bagi mereka yang sabar dan siap serta tidak ikut terbawa emosi....umumnya bergerak melawan arus....

Ditengah merosotnya harga saham dunia termasuk Indonesia dan puncaknya ototritas BEI men-stop perdagangan saham pada kamis dan jumat untuk menekan laju kemerosotan index. Namun alih2 menenangkan nasabah, kondisi tsb malah membikin panik karena dianggap pasar sudah hancur dan pemegang tidak bisa menjual saham yang dipegangnya.

Kondisi BEI berbalik pada saat senen kemaren dibuka, meskipun sesi awal sempat negatif, akhirnya bisa kembali posisitf dan akhirnya malah distop lagi karena....melewati limit 10% kenaikan...:), Hari selasa ini kondisi tersebut terjadi lagi, BEI menstop karena limit 10% kenaikan telah terlampaui...
Index sedang melompat kata pialang rekanan saya...

Rupanya kondisi ini terjadi karena:
1. Keluarnya Jaminan dari Pemerintah untuk memberi jaminan pemegang tabungan sampai 2 M dari sebelumnya 100 juta ( mencakup 97% seluruh nasabah).
2. Keluarnya instruksi Menkeu untuk melakukan buy back saham BUMN dgn total dana 6 T.
3. Harga saham2 unggulan sudah terkoreksi murah sekali pada saat krisis minggu kemaren sehingga index jatuh sekali.

Jadi inilah saat yang tepat untuk masuk membeli saham dengan catatan:
1. Anda harus memahami dulu mekanismenya, jangan ikut2-an.
2. Belilah saham milik pemerintah yang masuk dalam program blue chip seperti ANTAM, PTBA, Timah, Indosat dsb.
3. Hanya disimpan dalam waktu pendek karena program pemerintah di atas hanyalah temporary dan tidak bisa mengontrol arus perubahan di luar..

Semoga bermanfaat, mohon maaf jika kurang berkenan.

Salam,

Hasan
http://hasanbasri.com

Kamis, 09 Oktober 2008

Business start-up tips: Bagaimana bersikap terhadap jatuhnya harga saham saat ini?

Beberapa hari ini heboh diberitakan ditutupnya transaksi saham di BEJ sebagai akibat lewatnya batas level 10% dari penurunan index.Hal ini merupakan efek bola salju dari bertumbangannya sektor keuangan di US sejak krisis kredit property.

Apa sih efeknya yang langsung terasa buat kita:
1. Nilai rupiah turun cukup drastis terhadap dolar, padalah dolar juga turun karena krisis tadi, nah lho, kita rugi dua kali...
2. Efek berikutnya, harga2 bahan baku import akan naik, seperti peralatan elektronik atau bahan baku import lainnya termasuk garmen.
3. Bunga kredit perlahan naik untuk mengimbangi penurunan rupiah tadi. Namun akibatnya kemampuan bayar pengutang seperti kita2 ini menurun karena cicilan akan naik.
4. efek yang extrem adalah seperti krismon 98 dimana tabungan 10 juta bisa menghasilkan 600 ribu/bulannya, sementara kurs rupiah tergerus hampir sepertiganya..

Sampai kapan situasi ini berlanjut? tidak ada yg bisa memperkirakan..

Lalu bagaimana bersikap?...
Ternyata selalu ada hikmah dibalik kondisi financial ini.Ingat saat krismon orang bisa beli kijang seharga 15 juta karena tidak semua orang punya duit ready. Atau sebaliknya mereka mencairkan tabungannya dan membeli 5 mobil kijang dimana setelah krismon mereda, harga mobil meningkat 3 kali lipat....

Kejadian diatas adalah efek dimana sektor financial ( seperti saham dan turunannya) berkembang pesat jauh meninggalkan sektor usaha riel seperti usaha perdagangan langsung ( cash & carry) tanpa diimbangi fundamental yang kuat.

Berdasarkan studi dan pengamatan saya yang awam ini, hal2 berikut bisa dilakukan:
1. Bersyukurlah jika anda aktif berdagang ( sektor riel) karena dampak krisis ini tidak terlalu terasa. Transaksi dilakukan secara cash & carry. Pengaruh sedikit adalah naiknya harga2 pokok produksi.
2. Apakah perlu menimbun barang seperti kasus mobil kijang tadi? jika anda usaha di garmen hal ini tidak bisa dilakukan karena model akan berganti. Barang simpanan anda akan ketinggalan jaman. lebih baik untung sedikit tapi perputarannya cepat. Ini lebih aman.
3. Jika anda ingin menyimpan barang, simpanlah dalam bentuk barang yang likud dan lindung nilai. Yang terbaik adalah EMAS. Harga mengikuti arus inflasi dan relatif mudah diuangkan.
4. Jika masih ingin bermain di saham, siapkan mental anda dan sebenarnya ini adalah saat terbaik untuk membeli saham karena harga sedang didiskon habis2-an, beli saham di sektor komoditi seperti di pertambangan. Namun jangan buru masuk karena kita tidak tahu sampai kapan harganya jatuh. Jika trend sudah kembali positif, masuk step-by-step.

Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika tidak berkenan.

Salam,

Hasan Basri
http://hasanbasri.com